Kalau ada yang tanya, "Kok anak Untar bisa tahu makanan favorit anak Binus?" jawabannya ternyata cukup panjang dan dimulai dari satu hobi yang sampai sekarang masih aku suka banget: badminton. 😆
Dulu waktu masih sekolah, hampir setiap minggu aku rutin main badminton. Namun setelah masuk kuliah, terutama sekitar tahun 2023–2024, jadwal main mulai berkurang karena teman-teman sudah semakin sulit mengatur waktu. Alhasil, main badminton kadang hanya bisa satu atau dua bulan sekali.
Sampai akhirnya di awal tahun 2025, seorang teman yang kuliah di Binus mengajak aku ikut bermain badminton bersama circle mereka. Awalnya cuma coba-coba, tetapi ternyata seru banget. Dari situ aku mulai kenal banyak mahasiswa Binus dan jadi lebih sering ikut bermain bersama mereka.
Nah, dari sinilah cerita tentang Chickin-San dimulai.
Pertama Kali Kenal Chickin-San karena Teman Binus
Suatu malam setelah selesai bermain badminton, kami semua mulai kelaparan. Saat sedang mencari tempat makan, hampir semua teman langsung menyebut satu nama yang sama:
"Yuk ke Chickin-San!"
Sebagai orang yang belum pernah dengar sebelumnya, tentu aku langsung bingung.
"Chickin-San itu apa?"
Dalam bayanganku waktu itu, mungkin semacam rice bowl biasa yang banyak dijual di sekitar kampus.
Ternyata aku salah.
Teman-temanku bahkan bilang kalau tempat ini termasuk salah satu kuliner favorit mahasiswa Binus dan sering menjadi lokasi makan maupun nongkrong setelah kuliah atau selesai aktivitas.
Karena penasaran, akhirnya aku ikut mencoba.
Dan sekarang aku paham kenapa tempat ini punya banyak penggemar.
Suasana dan Lokasi Chickin-San
Saat pertama kali datang, ukuran outlet Chickin-San masih tergolong kecil dan sederhana.
Namun kabarnya sekarang mereka sudah melakukan renovasi dan ekspansi sehingga area makannya menjadi lebih luas dan nyaman dibanding sebelumnya.
Hal ini tentu menjadi nilai tambah, terutama karena pengunjungnya cukup ramai, khususnya dari kalangan mahasiswa di sekitar area Binus.
Menu Andalan yang Wajib Dicoba
Untuk kunjungan pertama, aku memilih menu yang cukup populer, yaitu:
Original Chicken Rice Jumbo dengan Saus Keju
Jujur saja, porsi yang datang di luar ekspektasiku.
Dalam satu piring, kamu akan mendapatkan:
- Nasi dalam porsi melimpah
- Potongan ayam yang cukup banyak
- Telur dadar
- Rumput laut kering yang renyah
- Saus pilihan sesuai selera
Kombinasi topping-nya sederhana, tetapi justru itu yang membuat menu ini terasa nyaman dinikmati kapan saja.
Pilihan Spicy yang Super Pedas
Selain original, tersedia juga versi spicy.
Namun berdasarkan pengalaman pribadi, aku cukup menyarankan berhati-hati jika tidak terbiasa makan pedas.
Aku pernah mencoba varian pedasnya dan ternyata level pedasnya benar-benar serius. 😭
Bagi pencinta makanan pedas mungkin akan sangat menikmati, tetapi untuk yang toleransi pedasnya rendah, lebih aman memilih varian original terlebih dahulu.
Review Rasa Chickin-San
Hal pertama yang aku suka adalah keseimbangan rasa dari seluruh komponennya.
Ayamnya gurih, teksturnya masih juicy, dan cocok dipadukan dengan saus keju yang creamy.
Rumput laut memberikan tambahan tekstur renyah yang membuat setiap suapan terasa lebih menarik.
Sementara telur dadarnya menjadi pelengkap sederhana yang justru membuat menu ini terasa semakin lengkap.
Walaupun terlihat sederhana, kombinasi seluruh elemen tersebut berhasil menciptakan comfort food yang bikin ketagihan.
Tidak heran banyak mahasiswa yang menjadikannya menu langganan.
Porsi Jumbo yang Bikin Kenyang
Salah satu alasan mengapa Chickin-San begitu populer di kalangan mahasiswa adalah porsinya yang cukup besar.
Untuk ukuran Jumbo, isi yang diberikan benar-benar melimpah.
Dengan harga sekitar Rp40.000-an, menurutku porsinya masih sangat worth it karena bisa membuat kenyang dalam waktu lama.
Apalagi setelah aktivitas berat seperti olahraga atau kuliah seharian.
Lebih Enak Makan Langsung di Tempat
Kalau ada satu saran yang ingin aku berikan, yaitu:
Makan Chickin-San langsung di tempat.
Saat masih hangat, tekstur ayam, nasi, dan sausnya terasa jauh lebih nikmat.
Kalau dibeli melalui layanan online dan sampai dalam kondisi dingin, pengalaman makannya menurutku tidak semaksimal ketika baru disajikan.
Kenapa Chickin-San Jadi Favorit Mahasiswa?
Setelah beberapa kali makan di sini, aku mulai memahami alasannya:
Tidak heran kalau banyak mahasiswa yang menjadikan Chickin-San sebagai salah satu tempat makan favorit mereka.
Kesimpulan
Chickin-San adalah salah satu kuliner dekat Binus yang menurutku layak dicoba, bahkan untuk orang yang bukan mahasiswa Binus sekalipun.
Awalnya aku mengenal tempat ini hanya karena diajak teman-teman badminton. Namun setelah mencobanya sendiri, menu Original Chicken Rice Jumbo dengan Saus Keju berhasil masuk ke daftar makanan favoritku sampai sekarang.
Kalau saja rumahku lebih dekat ke area Binus, kemungkinan besar aku bakal jauh lebih sering makan di sini. 😆
Rating INFOSAYANA
⭐ 9/10
Porsi besar, rasa enak, harga masih masuk akal, dan cocok untuk pencinta comfort food yang mengenyangkan.
Kalau kamu punya rekomendasi kuliner enak dekat Binus, terutama hidden gem yang wajib dicoba mahasiswa, tulis di kolom komentar ya. Siapa tahu bisa jadi destinasi food hunting berikutnya versi INFOSAYANA! 🍗✨







No comments:
Post a Comment