Namun semuanya berubah sejak pertama kali datang ke Sushiro.
Awalnya saya benar-benar hanya berniat menemani teman makan. Tapi ternyata, pengalaman pertama di restoran sushi asal Jepang ini justru mengubah pandangan saya sepenuhnya tentang sushi. Dan sekarang? Sushiro malah menjadi salah satu restoran favorit yang cukup sering saya kunjungi.
Kesan Pertama Makan di Sushiro
Saat pertama kali datang ke Sushiro, saya langsung melihat menu melalui tablet yang tersedia di meja. Dari situlah saya baru sadar kalau ternyata sushi tidak selalu identik dengan makanan mentah.
Ada banyak pilihan sushi matang yang terlihat lebih “aman” untuk pemula seperti saya.
Hal lain yang cukup menarik perhatian adalah harga menu di Sushiro yang menurut saya masih cukup terjangkau, terutama untuk restoran sushi dengan konsep modern dan pengalaman makan yang unik.
Untuk menu sushi matang yang pertama kali saya coba, harganya sekitar Rp14 ribuan per plate dengan isi tiga potong sushi. Bahkan saat itu saya masih membaginya bersama dua teman karena masih ragu apakah saya bakal suka atau tidak.
Namun setelah gigitan pertama, saya langsung kaget sendiri.
Ternyata sushi bisa seenak itu.
Sistem Harga di Sushiro yang Praktis dan Menarik
Salah satu hal yang membuat pengalaman makan di Sushiro terasa seru adalah sistem harga berdasarkan warna piring.
Berikut kisaran harga plate di Sushiro:
- Plate putih: sekitar Rp14.000
- Plate merah: sekitar Rp19.000
- Plate silver: sekitar Rp25.000
- Plate gold: sekitar Rp33.000
Menurut saya, plate putih dan merah menjadi pilihan paling worth it, terutama untuk yang ingin mencoba berbagai menu tanpa terlalu mahal.
Sementara untuk plate silver dan gold biasanya berisi menu yang lebih premium seperti sushi mentah atau menu udon.
Rekomendasi Menu Sushiro untuk Pemula
Bagi kamu yang baru mulai mencoba sushi atau masih belum terlalu nyaman dengan menu mentah, ada beberapa menu favorit yang menurut saya wajib dicoba.
1. All Star Salad Gunkan
Menu ini punya rasa creamy tetapi tetap terasa segar. Isian saladnya cukup melimpah dengan tekstur lembut yang nyaman dimakan pemula.
2. Special Okonomiyaki
Salah satu menu favorit saya di Sushiro. Rasanya gurih, creamy, dan dipadukan saus okonomiyaki khas Jepang yang manis gurih.
3. Salty Beef Kalbi
Kalau kamu suka rasa yang lebih familiar di lidah Indonesia, menu ini cocok banget. Dagingnya juicy, gurih, dan mudah disukai banyak orang.
4. Salmon Skin
Awalnya saya juga ragu mencoba menu ini, tetapi ternyata teksturnya crunchy dan gurih banget. Salah satu menu yang surprisingly enak.
Yang paling penting, semua menu yang saya coba terasa fresh dan sama sekali tidak amis. Ini jadi poin besar buat saya sebagai mantan anti sushi.
Pengalaman Makan Sushi yang Interaktif
Hal paling menarik dari Sushiro tentu konsep conveyor belt atau jalur berjalan untuk penyajian makanannya.
Setiap pesanan yang dibuat melalui tablet akan dikirim langsung lewat jalur otomatis dan berhenti tepat di meja pelanggan. Pertama kali melihat sistem ini rasanya seru banget karena pengalaman makannya jadi lebih interaktif.
Selain pesanan sendiri, ada juga berbagai sushi lain yang berjalan di conveyor belt. Jadi kalau melihat menu yang menarik, pelanggan bisa langsung mengambilnya.
Konsep seperti ini membuat pengalaman makan terasa lebih fun dan tidak membosankan.
Pilihan Kecap Asin dan Jahe yang Menambah Pengalaman Makan
Sushiro juga menyediakan dua jenis soy sauce atau kecap asin dengan karakter rasa yang berbeda.
Ada versi yang lebih cair dan ada yang lebih kental. Secara pribadi, saya lebih suka yang teksturnya kental karena rasanya lebih gurih dan cocok dipadukan dengan sushi matang.
Selain itu, tersedia juga irisan jahe yang biasa dimakan setelah sushi. Awalnya saya tidak mengerti fungsi jahe tersebut, tetapi ternyata jahe membantu menetralisir rasa di mulut sebelum mencoba menu berikutnya.
Detail kecil seperti ini justru membuat pengalaman makan sushi terasa lebih autentik.
Suasana Restoran yang Nyaman
Dari segi tempat, menurut saya Sushiro punya suasana yang nyaman dan modern.
Mereka menyediakan berbagai pilihan tempat duduk mulai dari table untuk empat orang hingga meja khusus untuk pelanggan yang datang sendiri. Jadi meskipun datang solo, tetap terasa nyaman.
Memang jarak antara kursi dan meja terasa cukup dekat, sehingga agak tricky saat duduk. Namun setelah itu, suasana makannya tetap terasa nyaman untuk menikmati makanan santai bersama teman.
Ditambah lagi, pelayanan staf di Sushiro juga ramah dan cukup membantu, terutama untuk pelanggan yang baru pertama kali mencoba sistem pemesanan mereka.
Kenapa Sushiro Cocok untuk Pemula?
Bagi orang yang belum terbiasa makan sushi, Sushiro menurut saya adalah tempat yang sangat cocok untuk mulai mencoba.
Alasannya:
- Banyak pilihan sushi matang
- Harga relatif terjangkau
- Rasa fresh dan tidak amis
- Sistem pemesanan mudah
- Pengalaman makan lebih seru
- Menu variatif untuk semua selera
Tidak heran kalau akhirnya restoran ini berhasil mengubah pandangan saya tentang sushi.
Kesimpulan
Siapa sangka restoran yang awalnya hanya saya kunjungi untuk menemani teman makan justru berubah menjadi salah satu tempat makan favorit sampai sekarang.
Sushiro berhasil memberikan pengalaman makan sushi yang menyenangkan, nyaman, dan ramah untuk pemula. Mulai dari pilihan menu matang yang enak, harga yang masih masuk akal, hingga konsep conveyor belt yang interaktif, semuanya membuat pengalaman makan terasa lebih menarik.
Buat kamu yang masih takut mencoba sushi karena khawatir amis atau belum terbiasa dengan makanan Jepang, mungkin Sushiro bisa jadi tempat pertama yang mengubah pikiranmu juga — sama seperti yang saya alami.









No comments:
Post a Comment